Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember 4th, 2009

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel mempertimbangkan rencana percepatan proses pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2 Juni 2010 mendatang. Ini berarti, jadwal baru itu jauh lebih awal dari rencana semula yang telah ditetapkan hari “H” pada 16 Juni 2010.

Menariknya, wacana percepatan hari pencoblosan itu tak sekedar angin lalu saja. Namun, bisa jadi terealisasi. Terlebih lagi, pertimbangan mempercepat ini agar nantinya hasil Pilkada yang digelar serentak antara pemilihan Gubernur dan Bupati maupun Walikota ini bisa mengejar batas waktu masa jabatan kepala daerah yang diganti.

Kabar dipercepatnya proses pencoblosan itu pun sejak beberapa hari yang lalu oleh KPU Kalsel telah disampaikan ke Gubernur Kalsel Drs. Rudy Ariffin.

“Bisa jadi, rencana awal pencoblosan 16 Juni 2010,dipercepat menjadi 2 Juni 2010,” kata Bambang Setiawan, Kepala Sekretaris KPU Kalsel kepada koran ini, kemarin.

Alasan percepatan waktu itu sendiri, agar tenggat waktu antara pelaksanaan hingga pelantikan bisa agak lama. Apalagi, jika ternyata ada gugatan yang tidak puas terhadap hasil Pilkada. Tak itu saja, ada diantara jabatan bupati yang berakhir pada Juli 2010 mendatang.

“Dikhawatirkan, kalau ada gugatan hasil Pilkada, nanti waktu tak cukup. Sedangkan, masa jabatan Bupati atau Walikota sudah berakhir,” ujarnya.

Lalu bagaimana respon Gubernur? Bambang mengatakan, semua diserahkan kepada KPU Kalsel selama itu sesuai dengan tahapan yang akan dilakukan.

“Prinsipnya Pak Gubernur tidak mempersalahkan. Semua diserahkan ke KPU sebagai pelaksana Pilkada,” ungkap Bambang.

Senada dengan itu, Ketua KPU Kalsel Mirhan tak menampik adanya wacana mempercepat Pilkada serentak pada 2 Juni 2010. Meski begitu, semua itu baru sekedar usulan,meski jadwal 16 Juni 2010 sendiri juga masih belum ditetapkan.

“2 Juni 2010 itu wacana kami,semua masih kita pertimbangkan.Meski jadwal 16 Juni 2010 juga belum pasti karena memang belum ditetapkan,” kata Mirhan.

Diungkapkan Mirhan, adanya rencana percepatan itu, karena ada daerah yang memang masa jabatan kepala daerahnya berakhir lebih cepat pada Juli 2010. Seperti Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) misalnya.

Sebagaimana pengalaman tahun 2005 silam, saat itu yang melantik Bupati Tanbu justru dilakukan Penjabat Gubernur Tursandi, bukan Gubernur terpilih saat itu. Belum lagi, bila nantinya pada Pilkada 2010 banyak terjadi gugatan, tentunya akan memakan waktu lebih lama lagi.

Nah, agar hal itu tak terulang lagi, KPU saat ini sedang memperhitungkan dan mengutak-atik jadwal yang pas dan bisa diterima oleh 7 Kabupaten/Kota se-Kalsel yang serentak menggelar Pilkada 2010.

“Semua akan kita rapatkan dengan KPU Kabupaten/Kota. Insya Allah, Desember sudah ada keputusan final jadwal pencoblosan tersebut,” ujarnya.

Menariknya, meski nantinya bakal ada perubahan jadwal pencoblosan, untuk tahapan Pilkada tetap digelar mulai Januari 2010 mendatang. Pendaftaran pasangan cagub atau wacagub tetap Maret sampai April 2010.

(Sumber : Radar Banjar edisi Rabu, 18 pebruari 2009)



Iklan

Read Full Post »