Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2010

Sanaos beda-beda rupinya, beda-beda asal jalmina, hayu urang bangun Tanah Bumbu sasarengan. “Rawe-rawe rantas, malang-malang kutung”

Nangapangkah warnanya, nangapangkah sukunya, baimbaian kita mambangun Tanah Bumbu.

Tanah Bumbu adalah salah satu kabupaten baru yang penuh keberagaman. Tanah Bumbu boleh di bilang miniaturnya Indonesia, terdiri kurang lebih dari 16 suku yang tersebar, diantaranya banjar, bugis, dayak, jawa, sunda, madura, lombok, bali, padang, betawi, batak dll, tapi semua dapat berdampingan dengan damai.
Ini bukti bahwa rasa nasionalis masyarakatnya tidak diragukan lagi, maka bila ada rasa kesukuan yang di tonjolkan jelas itu akan mencederai masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu orang yang memimpin Tanah Bumbu harus benar-benar orang yang bisa menghargai keberaganan.
Syamsul Bahri Rakhmad (SBR) adalah sosok yang mampu berdiri di atas kepentingan masyarakat yang beragam, karena beliau terlahir berdarah banjar dan bugis, dan istri orang jawa.
Selama memimpin PBR Tanah Bumbu, beliau mampu mengakomudir beberapa suku yang masuk di jajaran pengurus diantaranya jawa, bugis, banjar, lombok, madura, batak, manado, sunda dan lain2, bahkan satu-satunya Partai Islam yang ada di Tanah Bumbu yang memasukan salah satu jajaran pengusus dari non muslim, sebuah bukti bahwa H. Syamsul Bahri R. disamping Islam Sejati juga mampu menghargai Agama lain yang ada di Tanah Bumbu, pokoke Indonesia banget. Jadi tak salah kalau beliau mengatakan “Bersama SBR Apapun warnanya, apapun sukunya bersama kita bangun Tanah Bumbu.” semua sudah terbukti dan fakta yang bicara.

Iklan

Read Full Post »